Sudah letih hati ini mengarungi hidup, dengan berbagai derita dusta dan nista, hanya untuk kepantasan diri dan sanjungan manusia-manusia lain. Hidup untuk mengejar sesuatu yang nanti akan aku tinggalkan.
Setiap usaha yang aku lakukan untuk meraih mimpi terkadang kandas di tengah jalan, ditambah himpitan dan tekanan hidup yang semakin berat, kupegang erat hati ini bagaikan kugigit sabut kelapa.
Jatuh dan jatuh lagi dalam kubangan kejengkelan dan keputus asaan. Ya Allah “Mengapa kau buat aku begini” itulah sekelumit kalimat yang menyatakan kejengkelanku pada Yang Kuasa. Tak terasa ada keinginan diriku untuk meninggalkan diri-NYA, Allah sang Tuhan.
Aku berontak atas keadaanku, aku meraung dalam kemarahanku, aku mempertanyakan akan hidupku “Mengapa aku harus diciptakan” dalam keadaan yang berat ini.
Ya, aku akan meninggalkan-NYA. Tapi, bukankah ini semu, sesemu apa yang kulihat dan kurasakan saat ini. Aku akan berontak pada-NYA, aku akan meninggalkan-NYA, Tapi nanti aku akan bertemu juga dengan-NYA untuk dimintai pertanggungan atas sikapku.
Akhirnya aku PASRAH. Kujalani hidup ini dengan ikhlas meski hidup yang kurasakan belum seindah yang kuinginkan.
Malam semakin larut ku susuri jalanan pertokoan ini. Keadaan mulai sepi hanya segelintir orang yang lalu lalang. Di pinggiran Trotoar tampak seorang nenek yang dengan khusyuknya melakukan sholat di pinggir emperan toko.Uff…begitu nikmatnya, begitu syahdunya. Itulah hidup yang aku cari. Hidup dalam kenyamanan pada kondisi apapun.
Ingin sekali aku hidup dalam diri mereka. Yang tenang dalam kekurangannya, Yang nyaman dalam ketidakpastiannya. Karena aku tahu pasti mereka sudah menemukan Surga itu.
BY WEDUL SHERENIAN


Ibeng
5 Maret 2011
Aku juga kadang ada pikiran pengen mati saja.
Berhubung sudah terlanjur hidup,ya… di jalani saja,walaupun sesekali masih suka ngedumel atas ketidak mampuanku(semoga Allah memakluminya).
wura wari
7 Maret 2011
Duh smpe segitunya..ketentraman itu cuma pada iman dan taqwa yg sempurna,itulah kebahagiaan hakiki.kadang kita lupa punya bermilyar-milyar rupiah d tubuh kita.kesehatan,mata,telinga,tangan,dst.
Ayruel Chana
11 Maret 2011
kalau mau daftar jadi sufi..lengkapi dulu peraturan dan syarat2nya…
trus ikuti ujiannya..kalau dah lulus mendapatkan ijazahnya…bagi2lah pengalamannya.
Samaranji
16 Maret 2011
Assalamu’alaikum, mas wedhul…
Lama ga berkunjung neh, kangen juga neh bersilaturrahmi ke sini. Mas, tuh tulisan di atas keknya arsip lama ya (mungkin ditulis pas mas wedhul sempet ngilang beberapa minggu dulu, yg katanya “pindah” pekerjaan tuh).
Mas wedhul : Akhirnya aku PASRAH. Kujalani hidup ini dengan ikhlas meski hidup yang kurasakan belum seindah yang kuinginkan.
>>>pasrah bukan berati ikhlas, mas.
>>> ikhlas juga jangan diakhiri dengan “meski/ tetapi/ namun….etc” (kalimat keluhan, keknya).
>>> maap, bukan bermaksud apa2. Mas wedhul tentu lebih tahu ketimbang sy.
Tapi endingnya te.o.pe – be.ge.te,,, “Di pinggiran Trotoar tampak seorang nenek yang dengan khusyuknya melakukan sholat di pinggir emperan toko.Uff…begitu nikmatnya, begitu syahdunya.”
>>> Yup, sholat.
>>> Berdo’alah, dengan sholat dan berdo’a diharapkan kita terlepas dari ketakaburan. Dengan berdo’a menjadikan kita sadar bahwa segala sesuatu yg kita capai sekarang bukanlah ansich dari usaha kita, namun hanya karena rahmat-Nya.
Firman Allah SWT, Insyaallah kurang lebih artinya :
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka []. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali []. (QS An-Nisa, 4 : 142)”
http://debu-semesta.blogspot.com/2011/03/tasawuf-oportunis.html#more
Wedul Sherenian
18 Maret 2011
@Mas Samaranji
Makasih
. Ntah memang kurasakan semakin dekat dengan Tuhan semakin berat,…sampai-sampai pikiran atheis menyerang…namun kusadari sejauh apa aku akan meninggalkan-NYA. Aku akan bertemu juga..jadi Aku pasrah & ikhlas dalam setiap usahaku….
sedikit bocoran : Pahit pun akan terasa manis jika kita tahu ilmunya
deva shiva
17 Maret 2011
assalammu’alaikum……
sita mela
3 Agustus 2011
janganlah engkau tinggalkan ibadah dan janaganlah engkau meninggalkan sang pencipta dialah yang menciptakan aku dan dia lah yang menciptakan kamu bersyukurlah atas keadaan yang di berikan oleh sang pencipta syukurilah
sita mella
3 Agustus 2011
jangan engkau ragukan sang pencipta jangan engkau ragukan keadaan dan jangan lah engkau ragukan kesempurnaan jangan engkau ragukan kesengsaraan pintalah kesabaran pintalah kepada tuhan yang maha esa INSYAALAH pintamu akan terkabul percayalah kepada allah mungkin kita semua tidak sempurna tapi allah sangat sempurna jangan engkau melecehkan dia dosa engkau mati engkau kematian engkau dialah yang memegang dan bukan siapa siapa jadi tolong hormatilah dia syukuri keadaan nya INSYAALAH doamu terkabu