RSS

AKU TAHU DIMANA ALLAH?

08 Dec

Satu ya satu, yang kalau disimbulkan menjadi (1). Kapankah angka 1 mulai digunakan. Siapakah yang menggunakan angka 1 pertama kali?. Apakah Adam, Hawa, Malaikat atau yang lain?. Tentu kita tidak tahu.

Jika tidak ada benda bagaimana manusia membuat pikiran tentang satu?. Maksudnya begini, jika anda melihat seekor sapi anda akan memahami sebagai 1 ekor. Jika anda melihat sebuat kursi maka anda akan memahami 1 buah kursi. Tetapi jika tidak ada Sapi, Kursi dan benda lainnya bagaimana anda memahami satu?. Anggaplah alam semesta ini tidak ada bulan, bintang, manusia dll, bagaimana kita menganalogikakan sebuah kata satu jika hanya ada yang kosong gak ada isinya?.

Pada artikel sebelumnya sudah dijelakan bahwa sebenarnya angka itu hanya ada 2 yaitu Nol (0) dan satu (1). Sedangkan angka 2,3,4,5,6,7,8,9 dan lainnya itu angka simbol.

Siapa satu disini sebenarnya?. Nol bisa disebut 1 dan Satu juga bisa disebut 1. Untuk menjawabnya ada baiknya kita membahas hubungan antara ruang dan Tuhan. Manakah yang lebih dulu ada, apakah ruang atau Tuhan. Berhubung Tuhan itu pencipta segala sesuatu maka lebih dulu Tuhan. Jika lebih dulu Tuhan lalu Tuhan ada dimana?. Apa Tuhan ada didalam zat padat (karena gak ada ruang)?. Berhubung angka Nol dan 1 itu angka sejati maka lebih baik jika aku katakan Tuhan dan ruang itu satu kesatuan. Ruang selalu ada dimana ada Tuhan. Jadi Ruang itu bagian dari Tuhan, itulah mengapa Allah Maha Tahu terhadap ciptaanNYA, karena layaknya gelombang frekuensi, ruh kita ini dan ruh Allah sebenarnya dekat sekali. Gelombang ruh Allah meradar gelombang ruh kita.

[QS 50:16] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Kembali kemasalah awal sebenarnya di dunia ini hanya ada angka 1. Angka satu bisa merujuk pada Nol dan Satu.

Satu= 0

Satu= 1

0= Allah

1= Ruang

Jadi Tiada Tuhan Selain Allah===>Tiada Ruang selain ada Allah. Allah seluas ruang dan waktu. Perhatikanlah gambar dibawah ini : 

Perhatikanlah gambar diatas. Dapat anda lihat adanya deret angka. Berapakah batas akhir deret angka?. Kita tidak tahu. Deret angka itu sebagai penunjuk jarak ruang yang tak terbatas. Kita tidak tahu berapa akhir dari suatu angka. Begitu pula dengan akhir jarak suatu ruang, hanya Allah yang tahu. Jika anda bisa mencari titik tengah antara sebelah barat dan timur disitulah kemungkinan singgasana Arsy Allah.

Artikel sebelumnya :

Matematika Tuhan

BY WEDUL SHERENIAN

 

About Wedul Sherenian

I am cool
56 Comments

Posted by on 8 December 2009 in ISLAM, KETUHANAN

 

Tags:

56 Responses to AKU TAHU DIMANA ALLAH?

  1. Wedul Sherenian

    8 December 2009 at 11:44 AM

    pertamax…hahaha, sekali-kali nomer 1 di blog sendiri. Menghayati artikel diatas aku jadi tahu maksud doktrin @Dhammaduta (bocah Buddha) bahwa : Kosong adalah isi-Isi adalah kosong====>Ruang adalah isi-Isi adalah ruang.

    Hemmm…:)

     
    • حَنِيفًا

      8 December 2009 at 4:05 PM

      :D :D

       
    • boni

      8 December 2009 at 8:19 PM

      nggak bisa dong dul…masak lu yang pertama…nggak asyik dong jadinya…he…he…he…

       
  2. Filarbiru

    8 December 2009 at 12:43 PM

    Muter2 ni si wedul hehe,

    Dul lu lama2 jadi gila ni.

    Lu kaji aja makhluknya jgn Allah. Sebab utk mengkaji anatomi manusia saja manusia baru mendapatkan 12%. Padahal dunia ini sudah mau mampus.

    Jadi kita nggak punya lagi kesempatan sampai 100%.

     
    • Wedul Sherenian

      9 December 2009 at 1:13 AM

      hehehe,..mungkin aku memang udah gila ya. Aku cuma mau membuktikan bahwa Surah Al-Ikhlas itu benar gak hanya sekedar doktrin.

      Artikel diatas juga buat obat bagi @Kosongan si Atheis yang cukup kritis

       
  3. boni

    8 December 2009 at 8:25 PM

    wah…kayaknya ada yang nyaingi mas haniif nich…ha…ha…ha..

     
  4. حَنِيفًا

    8 December 2009 at 9:01 PM

    @Mas Boni
    Nggak mungkin, soalnya @mas Wedul belon nikah… :mrgreen:

     
    • حَنِيفًا

      8 December 2009 at 9:03 PM

      @Om Wedul
      Coba sampean nikah dulu, dapat istri satu bonus dwua.. hua.ha.ha….

       
      • Wedul Sherenian

        9 December 2009 at 1:16 AM

        @Mas Boni,

        kalau soal hitung-menghitung mas Haniifa tetap jagonya. Aku gak pinter banget, cuma tahu perhitungan dasar, cuma sekedar bisa filosofinya meski mungkin kurang sempurna :)

        @Mas Haniifa

        wah pengennya sih mas, tapi ya memang belum ketemu jodoh kali…hehehe. Kalau bonusnya 4 aja gimana…hehehe :)

         
      • حَنِيفًا

        9 December 2009 at 1:22 AM

        :D beli karcis dulu, baru dapet bonus… mana bonus yang duluan. :D

         
  5. Fitri

    8 December 2009 at 10:21 PM

    Namanya juga jomblo.

     
  6. boni

    9 December 2009 at 6:26 AM

    @ wedul
    Bagaimana mas kalau saya jodohkan dengan kemanakan saya …?…di jamin mantap bro…!!!!

    kalau cantiknya…saya kasih dech bayangannya…kayak asmirandahlah…!!!!…kalau soal warna kulit…tahukan warna kulitnya orang manado…wuih putih dan bening euy…!!…

    lihat saja asmiranda…mirip sekali…makanya kalau ada kontes mirip asmiranda saya mau ikutkan dia bro…kalau mereka ketemu dikira kembar…!!!

    Bagaimana bro…di jamin halal… promosi berlaku cuman untuk hari ini bro..???…besok sudah tidak promosi…ha..ha…ha…

     
    • Wedul Sherenian

      9 December 2009 at 6:36 AM

      wah boleh tuh, tapi masak aku harus ke manado, jauh…xixixi (belum punya biaya). Ya sapa tahu ntar ada tugas di manado..bisa mampir…xixixi

       
      • boni

        9 December 2009 at 6:40 AM

        Demi cinta bro…jangankan menado…ke israel pun ..harusnya nggak masalah…ha…ha…ha…

         
    • حَنِيفًا

      9 December 2009 at 6:41 AM

      @Kang Boni
      Kasian anak gadis itu, mendingan buwat sayah… sudah teruji punya anak banyak lho… :mrgreen:

       
      • boni

        9 December 2009 at 6:48 AM

        @ Haniif

        he..he..he…promosinya untuk kang wedul mas…!!!
        untuk mas haniif saya tidak kasih promosi …ha..ha..ha..

         
        • حَنِيفًا

          9 December 2009 at 6:50 AM

          hua.ha.ha… nggak adiiiilllllllllllll :(

           
          • boni

            9 December 2009 at 6:57 AM

            Ha…ha…ha…emangnya gua pikirin..!!!!..ha..ha..ha..ha..ha.

             
            • Wedul Sherenian

              9 December 2009 at 7:39 AM

              Mas @Haniifa udah teruji punya anak banyak,…kasihan tuh istrinya xixixi

              Mas @Bony…tengkyu…makacih..minta doanya aja ya…xixixixi

               
            • حَنِيفًا

              10 December 2009 at 3:55 AM

              Lha itu, anak gadis jaman sekarang… cantik-cantik tapi mau-maunya beli kucing dalam karung…
              Dah jelas sayah bisa memberiken anak banyak… olalaa malah nyariin yang bujangan, dan belon jelas bisa nyetak anak… hahahaha..

               
              • boni

                10 December 2009 at 4:21 AM

                ha..ha..ha…tapi walaupun kucingnya di dalam karung…yang namnya kucing ya tetap kucing…kalau sudah lihat ikan di atas meja tetap juga di embatnya…ha…ha..ha…

                 
                • حَنِيفًا

                  10 December 2009 at 4:36 AM

                  :D hahaha
                  @Kang Boni, buruan ambil disini.. ntar diembat kuciaang lagih… hehehe
                  http://haniifa.wordpress.com/2009/12/10/award-purple-heart/

                   
                • حَنِيفًا

                  10 December 2009 at 4:51 AM

                  kalau sudah lihat ikan di atas meja tetap juga di embatnya…ha…ha..ha…
                  ________________
                  Cocok memang sama si @Om Wedul,… eh nggak ding. :mrgreen:

                   
                  • Wedul Sherenian

                    10 December 2009 at 5:14 AM

                    kalau aku mah kucing dalam Sarung…xixixi, meski ada ikan di meja tetap jaga diri (setia). Kecuali ikannya yang menawarkan (maksute mau dinikahi)..kekekek…sssttt, ntar didengar istri tua. Jadi ingat lagu madu 3….xixixi….tapi kayaknya 1 aja ah, gak bisa adil ntar…bisa dimarahi kanjeng nabi Muhammad

                     
                    • حَنِيفًا

                      10 December 2009 at 5:17 AM

                      kalau aku mah kucing dalam Sarung
                      _____________
                      itu mah bukan kucing atuh,… ular dalam kurung… ha.ha.ha…

                       
                    • Wedul Sherenian

                      10 December 2009 at 5:47 AM

                      itu mah bukan kucing atuh,… ular dalam kurung… ha.ha.ha…

                      maksudmu ular milik Kucing dalam Sarung yang masih dikurung kan?…xixixi

                       
                  • حَنِيفًا

                    11 December 2009 at 4:05 AM

                    :D :D :lol:

                     
                    • حَنِيفًا

                      11 December 2009 at 4:06 AM

                      Kucingnya biasa dipanggil @Bapa Jell… hua.ha.ha…

                       
                    • boni

                      11 December 2009 at 6:09 AM

                      oh gitchu yach…rupanya kucing dalam sarung kang wedul namanya bapa jell…ha..ha..ha..saya kok baru tahu..??…he,..he..he..

                       
                    • Wedul Sherenian

                      11 December 2009 at 7:00 AM

                      hehehe…Ularnya @Bapa Jell pemalu sih, suka bersembunyi… xixixi (pisangnya belum dikupas)

                       
                    • حَنِيفًا

                      11 December 2009 at 7:04 AM

                      :lol: hua.ha.ha…..

                       
                    • boni

                      11 December 2009 at 7:20 AM

                      ah … sudah mas…noh lihat mukanya bapake jell sudah merah tuch..he..he..

                       
  7. Fitri

    11 December 2009 at 8:06 AM

    Oh..pacarnya bang Wedul orang Manado.

     
  8. Bang Zero

    14 December 2009 at 1:51 AM

    Oom Wedul…artikel diatas cukup menarik…terutama dari kacamata filsafat (sok tau mode On) :)

    ijin copas yah…

    BTW add saia dunks…dulu saia sering pake Nickname opik..

    thanks…

     
    • Wedul Sherenian

      14 December 2009 at 3:21 AM

      kamu tulis aja sendiri di “Buku Tamu/Cerita Cinta” pada Header…hehehe

       
  9. dhammaduta

    16 December 2009 at 3:46 PM

    Kamu lagi ngomongin Tuhan atau Allah nih??? yang jelas dong….bentar2 Tuhan, bentar2 Allah…capcai deh….Tiada Ruang selain ada Allah.
    pernyataanmu yang ini sangat rancu….pemahamannya ngambang….

     
    • حَنِيفًا

      16 December 2009 at 3:56 PM

      @DhammaButa :mrgreen:
      .Tiada Ruang selain ada Allah.
      .Tiada WAKTU selain ada Allah.
      .Tiada PANJANG selain ada Allah.
      .Tiada APAAPA selain ada Allah.

      kampret luuu….

      Tiada TUHAN SELAIN ALLAH… dan Allah itu TUHAN YANG MAHA SATU (esa/ aslinya AHAD)

       
    • Wedul Sherenian

      17 December 2009 at 2:54 AM

      @Dhamdhut

      Hehehe…aku pakai Tuhan biar kamu tahu arahku. Aku pakai Allah juga biar muslim tahu arahku

      Allah=Tuhan sejati

       
    • lovepassword

      17 December 2009 at 6:56 AM

      @Dhammaduta: Senang hatiku, ternyata kamu masih segar bugar :)

       
  10. ping

    30 January 2010 at 6:58 PM

    wah berarti adam gk punya pusar dunk, dia kan lahir tanpa rahim ibunda, gimana bisa punya pusar

     
    • Wedul Sherenian

      1 February 2010 at 1:56 AM

      wah berarti juga gak punya kepala juga otak ya :)

       
  11. Roy Rey

    10 May 2010 at 1:05 PM

    Theory hasil males mikir panjang:

    Gimana kalo ruang dan waktu itu sendiri hasil ciptaan…?

     
    • Wedul Sherenian

      11 May 2010 at 1:11 AM

      kalo ruang itu pasti hasil ciptaan, tapi kalo waktu itu menurutku bukan disebut ciptaan, karena waktu itu hadir bersamaan dengan proses. Jadi waktu itu ciptaan sampingan kali :) . Kalo tak ada ciptaan apakah ada waktu?. Yang ada hanya Allah tentunya. Lalu apakah Allah itu terikat waktu?. Allah itu tidak awal dan tidak akhir tetapi kekal, apakah kekekalan ada waktu yang menyertainya?…..mungkin jawabannya begini :

      0,9999999999999===>sampai berapakah (sepanjang apakah) biar bisa menjadi 1?.

       
  12. Roy Rey

    12 May 2010 at 5:29 AM

    @bos wedul
    jawaban menarik…. tapi kurang tepat.
    anda benar kalau mengenai waktu hadir berasamaan dengan ruang (waktu=ruang)
    jadi bukan ciptaan sampingan:) .
    Apakah kekekalan ada waktu….hmmm
    maaf saya coba mengutip Quran
    “…kekal didalam surga”. yang di surga tersebut memiliki waktu bukan?

    Terima kasih dan maafin saya yah sebelumnya

    http://ayruel.wordpress.com/2009/05/10/mungkinkah-allah-menciptakan-tuhan/#comment-1547

    http://masyono9.wordpress.com/2010/01/20/once-upon-a-time-in-china-wong-fai-hung/comment-page-1/#comment-898

    once again…sorry bos

     
    • Wedul Sherenian

      12 May 2010 at 7:02 AM

      Tentu anda harus bisa membedakan antara Kekekalan Allah dan kekekalan ciptaan Allah. kalau untuk Allah maka kita tidak bisa mendefinisikan antara waktu dan ruang untuk Allah. Karena waktu dan ruang itu ada sejalan adanya Allah. Sedangkan kekekalan Makhluk itu adalah kekekalan Turunan==>ada ruang dan waktu (misalnya : surga atau neraka).

      Bedanya kalau Surga/neraka itu ada awal tetapi tiada akhir sedangkan Allah tak berawal dan tak berakhir. Jadi letak bedanya di awal. Tetapi ingat kekekalan di surga itu tergantung kehendak Allah. bisa saja suatu saat dibuat berakhir. Tapi kayaknya tidak karena janji Allah untuk mengkekalkan :) .

       
  13. dhammaduta

    26 May 2010 at 7:26 PM

    Banyak orang bodoh berkata “besi dengan pagar besi itu tidak sama dan karena pagar besi terbuat oleh besi maka pagar besi harus menyembah besi”

     
  14. rama

    27 May 2010 at 7:30 AM

    terima kasih tuhan aku dilahirkan sebagai kafir, sehingga aku bisa menjadi penghuni sorga

     
  15. dewa siwa

    27 October 2010 at 6:33 PM

    kang wedul artikel diatas seperti filsafatnya syech siti jenar betul gak kang?

     
    • Wedul Sherenian

      28 October 2010 at 7:10 PM

      kayaknya sih enggak,…menurutku si Syech siti Jenar lebih memadukan konsep firman di Kristen dan konsep Jiwa (Atman) di Hindhu.

      Pemikirannya begini :

      Semua diciptakan dari Tuhan, semua berasal dari Tuhan dan akan kembali ke Tuhan. Dan semua dicipta oleh Tuhan melalui Firman. Lalu bukankah kita ini bagian Tuhan. Itulah mengapa Siti Jenar menganggap dia itu Tuhan sendiri :mrgreen:

      Sedangkan Konsep Islam : Allah tak ada yang menyerupai atau setara dengan NYA. Jadi menurutku ada 1 diatas 2 di alam ini layaknya positif dan negatif, antara ALLAH dan NON ALLAH.

      ALLAH itu sisi A
      NON ALLAH itu sisi B

      Dari sisi B itulah tercipta segala sesuatu yang mana A dan B tentu berbeda tapi 1 kesatuan Ilahi.

      masih ingat kan soal Tao :

      1. Yang Satu (The One) = Tao
      2. Yang Dua (Yin & Yang)= Firman
      3. Yang Tiga (Kesatuan Yin & Yang) = awal alam semesta
      4. Segala sesuatu berasal dari Tao
      5. Tao tak bisa dipahami (tak ada yang setara) tetapi Tao ada

      A= TAO
      B= Yin & Yang
      :)

       
  16. ilham othmany

    27 October 2010 at 7:46 PM

    Menurut pemikiran saya ruang adalah persepsi.Ia merupakan sifat negative kepada setiap yg berwujud benda.Oleh itu ruang tidak berwujud.Kekosongan tidak berwujud.Kekosongan hanyalah persepsi.Yg berwujud adalah benda itu sendiri.Apabila benda wujud kita dapat melihat atau merasa wujud benda itu dengan sekelian sifat-sifatnya termasuklah sifat-sifat negatifnya.Sebagai contoh.Kanan atau kiri tidak akan wujud kalau tidak ada benda yg wujud.Kanan atau kiri itu adalah sifat negative benda dan merupakan pernyataan ruang.Jauh atau dekat tidak akan wujud kalau tidak wujud benda itu sendiri.Jauh atau dekat juga adalah sifat negative benda dan merupakan pernyataan bagi ruang.Hakikatnya ruang adalah sifat negative benda dan ianya adalah sifat negatif bagi pernyataan bahawa Sesuatu benda itu terbatas.Walaupun ruang adalah sifat negative bagi benda,namun sifat tetaplah sifat ia akan kelihatan bersama benda.Seperti sifat tinggii bagi pokok.Apabila pokok lenyap sifat tingginya juga lenyap.Apabila ditakdirkan semua (tidak tinggal satu pun)benda/wujud yg terbatas ini semua lenyap,maka sifat terbatasnya juga lenyap.Maka ruang juga akan lenyap.Kita tidak bisa melihat contohnya,namun akal yg teliti bisa membenarkannya.Ketika itu yg tinggal hanyalah Yang Maha Wujud yaitu Allah swt yang maha suci daripada ruang dan maha suci dari keterbatasan.

     
  17. Arnold Real Madrid

    20 April 2012 at 9:44 AM

    lu tahu Tuhan tu asalan…….. nnti klu lu g d hiraukan Tuhan ru tau rasa……..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers